Langsung ke konten utama

PENGARUH BAURAN PEMASARAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN MARKETING MIX OF MEATBALLS & MIE AYAM KP5 DESA PUJOASRI KECAMATAN TRIMURJO LAMTENG

 

PENGARUH BAURAN PEMASARAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN MARKETING MIX  OF MEATBALLS & MIE AYAM KP5 DESA PUJOASRI KECAMATAN TRIMURJO LAMTENG

Aninda Amelia1, Marhaban Sigalingging2, Dharmawan3

Program Studi Magister Manajemen

Universitas Muhammadiyah Metro

Blog : https://anindaamelia2288.blogspot.com/

 

Abstrak

Penelitian ini dilakukan pada Meatballs & Mie Ayam Kp 5 didesa Pujoasri kecamatan Trimurjo Lamteng penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bauran pemasaran terhadap pembelian marketing mix pada meatballs & mie ayam Kp5 didesa Pujo Asri Kecamatan Trimurjo Lamteng Bauran pemasaran mengacu pada himpunan 4P yaitu : Product (produk), Price (harga), Promotion (promosi), dan Place (tempat). Teknik pengambilan data yang dilakukan menggunakan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Pemilihan responden sebanyak 20 orang responden dalam penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dan menggunakan alat analisis Microsoft Excel 10. Hasil penelitian menunjukan bahwa alasan responden mengenai pengaruh produk 79,6 % , pengaruh harga 79%, pengaruh tempat 79,3% dan pengaruh promosi 78% maka mempengaruhi keputusan pembelian marketing mix dalam pemilihan pembelian meatballs & mie ayam Kp5.

Kata kunci : Meatball & Mie ayam, Marketing Mix, Keputusan Pembelian

Abstract

This research was conducted on Meatballs & Chicken Noodles Kp 5 in Pujoasri village, Trimurjo Lamteng sub-district. This study aims to determine the effect of the marketing mix on the purchase of marketing mix on Kp5 meatballs & chicken noodles in Pujo Asri village, Trimurjo Lamteng sub-district. The marketing mix refers to the 4P set, namely: Product (product ), Price (price), Promotion (promotion), and Place (place). The selection of respondents as many as 20 respondents in this study used quantitative research and used Microsoft Excel 10 analytical tools. The results showed that the respondents' reasons regarding the influence of the product were 79.6%, the effect of price was 79%, the influence of place was 79.3% and the effect of promotion was 78%. then affect the marketing mix purchasing decisions in the selection of purchasing meatballs & Kp5 chicken noodles.

Key Word : Chicken Meatballs & Noodles, Marketing Mix, Purchase Decision


I.    Latar Belakang Masalah

Indonesia merupakan salah satu Negara berkembang dengan penduduk yang terus meningkat setiap tahunnya yang memiliki permintaan barang untuk dikonsumsi yang beragam dan cukup besar untuk membuka peluang bisnis yang cukup besar apalagi bisnis dibidang kuliner. Produk olahan makanan seperti bakso dan mie ayam sangat digandrungi oleh masyarakat kemampuan usaha dalam menjual produknya menentukan keberhasilan dalam mencari keutungan, apabila usaha tersebut tidak mampu menjual maka usaha tersebut akan mengalami kerugian dan tidak stabil dalam meningkatan volume penjualan maka dari itu pihak usaha harus menentukan strategi yang baik dalam menjual, baik dari segi tempat maupun harga dengan para pesaing lainnya.

Usaha bakso dapat digolongkan sebagai usaha kecil. Parubak et al. (2004) menjelaskan bahwa usaha kecil mempunyai peranan penting dan strategis dalam mewujudkan pembangunan nasional. Usaha kecil merupakan usaha yang ditekuni oleh sebagian besar masyarakat dan merupakan usaha yang mampu memperluas lapangan kerja dan memberikan pelayanan yang luas kepada masyarakat. Pemerintah terus berupaya membina kelompok usaha kecil agar menjadi usaha yang semakin efisien dan mampu berkembang mandiri dan dapat membuka lapangan kerja baru.

Konsumen melakukan pembelian tidak terlepas dari karakteristik produk baik mengenai produk, harga, tempat dan promosi. Penetapan harga oleh penjual akan berpengaruh terhadap perilaku pembelian konsumen, sebab harga yang dapat dijangkau oleh konsumen akan cenderung membuat konsumen melakukan pembelian terhadap produk tersebut. Karakteristik penjualan bakso akan mempengaruhi keputusan membeli. Konsumen akan menilai mengenai penjual, baik mengenai pelayanan, mudahnya memperoleh produk dan sikap ramah dari penjual (Tedjakusuma et al., 2001).

Salah satu cara untuk menghadapi hal-hal diatas dengan cara memahami pengaruh bauran pemasaran (marketing mix) yang mengacu pada mengacu pada himpunan 4P yaitu : Product (produk), Price (harga), Promotion (promosi), dan Place (tempat) serta melakukan pengembangan produk yaitu melakukan perbaikan, penyempurnaan atau menghasilkan produk baru yang berbeda dengan produk yang telah ada. Pengembangan produk pada dasarnya merupakan usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk melakukan perbaikan atau menambah jenis yang ada. Pengembangan produk harus dilakukan sebaik mungkin dalam menghadapi perubahan selera, trend, teknologi sehingga dapat memenuhi keinginan pasar melalui produk yang dihasilkan perusahaan. Oleh karena itu, untuk mempertahankan dan meningkatkan volume penjualan perlu dilakukan strategi yang tepat dan terencana dengan baik.

Berdasarkan uraian latar belakang maka yang menjadi permasalahan adalah sebagai berikut :

1.   Bagaimana pengaruh bauran pemasaran terhadap keputusan pembelian Bakso dan Mie Ayam Kp5 ?

2.   Bagaimana usaha penjual bakso untuk meningkatkan volume penjualan Bakso dan Mie Ayama Kp5 ?

 

Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :

1.   Untuk mengetahui pengaruh bauran pemasaran terhadap keputusan pembelian Bakso dan Mie Ayam Kp5.

2.   Untuk mengetahui usaha penjual bakso untuk meningkatkan volume penjualan Bakso dan Mie Ayam Kp5.

 

        II.      Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif. Menurut Siyoto & Sodik (2015:240). Penelitian kuantitatif adalah penelitian ilmiah yang sistematis terhadap bagian- bagian dan fenomena serta hubungan-hubungannya. Tujuan penelitian kuantitatif adalah mengembangkan dan menggunakan model matematis, teori dan/atau hipotesis yang berkaitan dengan fenomena. Proses pengukuran adalah bagian krusial dalam penelitian kuantitatif. Hal ini memberikan gambaran atau jawaban akan hubungan yang fundamental dari hubungan kuantitatif.


a.   Wawancara

          Menurut Syofian Siregar (2013:18) wawancara adalah proses memperoleh keterangan atau data untuk tujuan penelitian dengan cara Tanya jawab, sambil bertatap muka antara pewawancara dengan responden dengan menggunakan alat yang dinamakan panduan wawancara. Dalam penelitian ini mewawancarai penjual bakso dan mewawancarai 20 responden.


b.   Observasi

         Menurut Syofian Siregar (2013:19) observasi atau pengamatan langsung adalah kegiatan pengumpulan data dengan melakukan penelitian langsung terhadap kondisi lingkungan objek penelitian yang mendukung kegiatan penelitian, sehingga didapat gambaran secara jelas tentang kondisi objek penelitian tersebut


c.   Dokumentasi

       Dokumentasi menurut (Sugiyono, 2015:150) merupakan catatan peristiwa  yang sudah berlalu. Dokumentasi adalah suatu cara yang digunakan untuk memperoleh data dan informasi dalam bentuk buku, arsip, dokumen, tulisan angka dan gambar yang berupa laporan serta keterangan yang dapat mendukung penelitian. Pengumpulan data yang diperoleh dari hasil laporan-laporan dan keterangan-keterangan tertulis, tergambar,terekam maupun tercetak. 

 

 

      III.   Hasil dan Pembahasan

 

a.   Keputusan Pembelian

    Keputusan pembelian merupakan serangkaian proses yang berawal dari konsumen mengenal masalahnya, mencari informasi tentang produk atau merek tertentu dan mengevaluasi produk atau merek tersebut seberapa baik masing[1]masing alternatif tersebut dapat memecahkan masalahnya, yang kemudian serangkaian proses tersebut mengarah kepada keputusan pembelian (Tjiptono, 2014:21).

b.   Bauran Pemasaran

    Bauran pemasaran (marketing mix) merupakan suatu strategi mencampuri kegiatan-kegiatan pemasaran, agar dicari kombinasi maksimal sehingga mendatangkan hasil yang memuaskan (Alma, 2016: 205). Marketing mix terdiri atas empat komponen atau disebut 4P yaitu product, price, place dan promotion. Menurut Kotler dan Armstrong (2016: 47) Bauran pemasaran (marketing mix) mencakup empat (4) hal pokok dan dapat dikontrol oleh perusahaan yang meliputi produk (product), harga (price), tempat (place) dan promosi (promotion). Menurut Kotler dan Keller (2016:47) empat variabel dalam kegiatan bauran pemasaran memiliki komponen sebagai berikut :

1. Produk : adalah kombinasi barang dan jasa perusahaan menawarkan dua target pasar.

2. Harga : adalah jumlah pelanggan harus dibayar untuk memperoleh produk.

3. Promosi : mengacu pada kegiatan berkomunikasi dan membujuk pelanggan sasaran.

4. Tempat : adalah mencakup perusahaan produk tersedia untuk menargetkan pelanggan.

 

Produk

    Menurut Kotler dan Amstrong (2015:248) Produk adalah sebagai berikut: “Suatu produk sebagai apa saja yang dapat ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian, akuisisi, penggunaan atau konsumsi yang dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan”. John W. Mullins dan Orville C. Walker (2013:252) mendefinisikan produk sebagai berikut: “Suatu produk dapat didefinisikan sebagai segala sesuatu yang memenuhi keinginan atau kebutuhan melalui penggunaan, konsumsi atau akuisisi”. Berbeda halnya dengan pendapat Stanton yang dikutip oleh Buchari Alma (2013:139) yang mendefinisikan produk sebagai berikut: “Suatu produk adalah seperangkat atribut berwujud dan tidak berwujud, termasuk pengemasan, warna, harga, prestise pabrikan, dan pengecer manufaktur yang dapat diterima pembeli sebagai penawaran yang diinginkan”.

 

Harga

    Menurut Suparyanto dan Rosad (2015:141), harga adalah jumlah sesuatu yang memiliki nilai pada umumnya berupa uang yang harus dikorbankan untuk mendapatkan suatu produk. Sedangkan menurut Kotler & Amstrong (2016:324) “Price the amount of money charged for a product or service, or the sum of the value that customers exchange for the benefits or having or using the product or service”. Arti dari pernyataan tersebut adalah, harga merupakan sejumlah uang uang yang dikeluarkan untuk sebuah produk atau jasa, atau sejumlah nilai yang ditukarkan oleh konsumen untuk memperoleh manfaat atau kepemilikan atau penggunaan atas sebuah produk atau jasa.

 

Promosi

    Menurut Buchari Alma (2012:179 ) promosi adalah sejenis komunikasi yang memberi penjelasan yang menyakinkan calon konsumen tentang barang dan jasa. Sedangkan menurut Kotler dan Keller (2016:47) promosi merupakan aktivitas yang mengkomunikasikan keunggulan produk dan membujuk pelanggan sasaran untuk membelinya.

    Kotler dan Armstong (2016:518) mengemukakan bahwa promosi penjualan terdiri dari insentif jangka pendek untuk mendorong pembelian atau penjualan produk atau layanan. Dengan memilih media promosi yang tepat dan jangkauan yang cukup luas maka diharapkan segala informasi yang hendak disampaikan kepada masyarakat dan konsumen baik mengenai produk baru maupun nilai lebih dan manfaat tambahan bagi konsumen diharapkan akan dapat diterima dengan baik sehingga hal ini nantinya dapat menyakinkan dan mempengaruhi konsumen untuk mengambil keputusan untuk membeli produk tersebut (Devy dan Sinulingga, 2018).

 

Tempat

    Tempat dalam marketing mix biasa disebut dengan saluran distribusi, saluran dimana produk tersebut sampai kepada konsumen. Definisi dari Sumarni dan Soeprihanto (2010:288) tentang saluran distribusi adalah, “Saluran yang digunakan oleh produsen untuk menyalurkan produk tersebut dari produsen sampai ke konsumen atau industri pemakai”


Dalam penelitian ini peneliti menggunakan alat bantu analisis data Microsoft Excel 10 dari data yang didapat dari skala likert kemudian diolah dengan cara mencari total, skore maks, presentase dan presentase rata-rata.

 

Gambar 1.1 Bauran Pemasaran

H1 : Produk berpengaruh terhadap Keputusan Pembelian.

H2 : Harga berpengaruh terhadap Keputusan Pembelian.

H3 : Promosi berpengaruh terhadap Keputusan Pembelian.

H4 : Tempat berpengaruh terhadap Keputusan Pembelian.

 

            Skala Likert

Keterangan

Skor

Sangat Setuju

5

Setuju

4

Baik

3

Tidak Setuju

2

Sangat Tidak Setuju

1

 


No.

Keterangan

Rata-rata %

1.        

Product (X1)

79,6%

2.        

Price (X2)

79%

3.        

Promotion (X3)

78%

4.        

Tempat (X4)

79,3%

 

    Hasil penelitian menunjukan bahwa alasan responden mengenai pengaruh produk 79,6 % , pengaruh harga 79%, pengaruh promosi 78% dan pengaruh tempat 79,3% maka mempengaruhi keputusan pembelian marketing mix dalam pemilihan pembelian meatballs & mie ayam Kp5.

 

     VI.   Kesimpulan dan Saran

 

Kesimpulan

    Meatballs & Mie Ayam Kp 5 didesa Pujoasri kecamatan Trimurjo Lamteng penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bauran pemasaran terhadap pembelian marketing mix pada meatballs & mie ayam Kp5 didesa Pujo Asri Kecamatan Trimurjo Lamteng Bauran pemasaran mengacu pada himpunan 4P yaitu : Product (produk), Price (harga), Promotion (promosi), dan Place (tempat). Pemilihan responden sebanyak 20 orang responden dalam penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dan menggunakan alat analisis Microsoft Excel 10. Hasil penelitian menunjukan bahwa alasan responden mengenai pengaruh produk 79,6 % , pengaruh harga 79%, pengaruh tempat 79,3% dan pengaruh promosi 78% maka mempengaruhi keputusan pembelian marketing mix dalam pemilihan pembelian meatballs & mie ayam Kp5.

Saran

    Karena semakin banyaknya persaingan dibidang kuliner bakso, maka diharapkan kepada pihak pedagang Bakso meatballs & mie ayam Kp5 untuk lebih meningkatkan diferensiasi penjualannya dan selalu mempertahankan inovasi produknya, serta lebih memperluas informasi pada promosinya. Dalam kondisi harga bahan baku yang tidak stabil, sebaiknya padagang Bakso meatballs & mie ayam Kp5 tetap menetapkan harganya seperti harga biasanya.

 

DAFTAR PUSTAKA

(2019, Mei 14). Retrieved Juni 29, 2022, from Strategi 4 p: https://www.jurnal.id/id/blog/strategi-pemasaran-4p-cara-penerapannya-dalam-bisnis/

Accuarate. (2020, April 16). Retrieved Juni 29, 2022, from Pengertian Lengkap 7P Bauran Pemasaran atau Marketing Mix: https://accurate.id/marketing-manajemen/pengertian-lengkap-bauran-pemasaran/

Gunawan, R. (2012). Bauran Pemasaran Produk Bakso Di Kota Malang, 1-5.

Hermawan, F. T. (2020). Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan , 13-15.

Melia. (2015). Peningkatan Kualitas Bakso Ayam Dengan , 1-3.

 

 

Komentar

  1. tetep semangat nulis semoga cepat wisuda !!

    BalasHapus
  2. Mb aninnn semangattt!!!

    BalasHapus
  3. Tetap dijaga semangatnya mb nin sukses untuk kedepannya

    BalasHapus
  4. Sukses terus nulisnya semangat juga buat biar jadi ibu dosen 😍🥰

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku tau ini pasti erika wkkwkkw makasih yaaa heheheh aamiin doa yg baik juga buat kamuuu :)

      Hapus
  5. Kapan-kapan nyoba bikin marketing mix yang 7 p. semangat untuk nulis !!

    BalasHapus
  6. Mba anin, Word of affirmation dari love language hari ini "Semangattttt..... "

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thnk youu yaa tetap semangat hehhe keren affirmationya !

      Hapus
  7. Wah mantab nin, semangaaaatttt!!!!

    BalasHapus
  8. Balasan
    1. Semangat kembali faedah terimakasih yaaa uhuyyy

      Hapus
  9. Maa sya Allah.. terimakasih kak. Malem malem nambah ilmu... Semangat buat author nya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maakaasih banyak hehehe semoga kamu juga tetap semangat yaah hihihiih

      Hapus
  10. Kerennn Mbak Aninda...🥰🥰🥰🥰

    BalasHapus
  11. Good job sisturrr!

    BalasHapus
  12. Masya Allah bagus banget. Semangattt ✨🌻🤍

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihihi terimakasih banyak yaaa ✨✨✨✨

      Hapus
  13. Terimakasih ilmunyaa !!!!👍

    BalasHapus
  14. Bagus, bisa buat pertimbangan ketika membuka usaha, 👍

    BalasHapus
  15. Cakep, definisi tentang makanannya lengkap, contohnya tadi keknya aku baca butuh inovasi baru, dan salah satunya bakso

    BalasHapus
  16. Good banget sih bisa buat referensi ini🔥

    BalasHapus
  17. Dalam keputusan pembelian 4p apakah ada kekurangan dalam penelitian tersebut?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Okkeey kita belajar bareng yaa kalo aku baca di jurnal id tentang marketing mix kekuranganya adalah sebagai berikut :
      1. Lebih berorientasi pada internal bisnis sehingga tidak mempertimbangkan perilaku konsumen
      2. Menganggap konsumen sebagai pihak pasif yang tidak memungkinkan untuk melakukan interaksi
      3. Tidak membahas terkait hubungan dengan konsumen dan brand experience

      Hapus
    2. Mohon maaf jika jawabanya kurang tepat nanti bisa sama2 belajar yaa terimakasih heheh

      Hapus
  18. Semangat ndaa buat Magisternya, semoga kelak ilmunya bermanfaat.

    BalasHapus
  19. bermanfaat untuk refrensi mahasiswa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih sebelumnya semangat menuntut ilmu yaaa !

      Hapus
  20. Masya Allah, tabarakallah.. terima kasih banyak ilmunya mba, Semangattt untuk Gelar Magisterya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih amal ! semangat mari sama2 belajar yuukk

      Hapus
  21. “Makasih, ninda infonya. Bermanfaat banget. Penjelasannya juga simpel dan mudah dipahami. Semakin semangat buat belajar jadinya.” love you.....😘

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kiyowo sekali mbak dennnis hahahhaa makasih banyak yaa oenieee akuu yg baik hatii 😁😁💯💯

      Hapus
  22. Untuk deferensiasi penjualan itu contohnya seperti apa ya ? Btw semangat buat S2 nya anin

    BalasHapus
  23. Makasih banyak yaaa sahabat akuu benayyy ... yuk sama2 belajar yaaa Menurut Kotler (2003), diferensiasi didefinisikan sebagai tindakan untuk menetapkan sekumpulan perbedaan-perbedaan yang mempunyai nilai guna untuk membedakan penawaran perusahaan dari pesaingnya. ✨✨💯💯

    BalasHapus
    Balasan
    1. misal dalam produk bakso kita bisa inovasi dengan nama bakso lahar, bakso tulang sampe bakso mercon Diferensiasi sanga penting dalam berbisnis, bukan asal beda tetapi sebuah keunikan yang bisa membuat menarik segment pasar tertentu. Keunikan akan membuat cerukan pasar dan konsumen baru dalam bisnis yang sebelumnya tidak pernah ada.

      Hapus
  24. Keren nin, semangat terus nulisnya. Semoga harimu menyenangkan👏👏

    BalasHapus
  25. Kalo PA itu kepanjangannya Pujo Asri, terus kalo KP 5 itu kepanjangannya apa ya buk?

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo tidak salah Komplek pemukiman .. Sama kaya bedeng 1,2,3,dst

      Hapus
  26. Luar biasa...saya sampai gak bisa berkata apa-apa mbak. Bingung harus komentar apa. Yang jelas, Asal bakso dan mie ayamnya enak, citarasanya ciamik,harga nya murah,plus mbak² yang ngelayani nya ayu&ramah.. insyaallah dagangan nya laris(wkwkwk). Semangattt...tahun depan kita wisuda!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semangat pak Dega tahun depan kita wisudaaaa !

      Hapus
  27. Masya Allah, good luck yaa wak.. ✨

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih udah di support wakk semangat !

      Hapus
  28. Jaman yang manju ini tidak memungkiri semua pengusah harus memutar otak agar laris dagangannya belom lagi persaingan usaha yang semakin pesat jarak antara pedagang semakin dekat, namun saya harap dengan ada nya penelitian penelitian seperti ini dapat memunculkan inovasi baru dalam persaingan usah, tapi masalahnya apakah semua pengusaha sempat membaca dan meluangkan waktunya untuk melihat riset seperti ini oleh karna itu akademisi periset harus memberikan wadah baru yang mudah di pahami dan dapat di lihat semua orang secara muda agar hasil riset mereka tidak sia sia dan hanya jadi tulisan tak bernyawa. Tnkyouuuuu semngat buat para periset.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih semoga kedepanya bisa membuat tulisan yg bermanfaat untuk orang lain thk you forr support mee !

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

KUIS MANAJEMEN PEMASARAN DAN BRANDING

 KERJAKAN PILIH SALAH SATU JAWABAN  TULIS JAWABAN DI KOLOM KOMENTAR TULIS NAMA DAN NPM 1. Tuliskan tentang pengertian Manajemen pemasaran dan Branding menurut para ahli minimal dua pengertian ?  2. Mengapa riset pemasaran sangat krusial bagi keberhasilan strategi pemasaran suatu produk atau layanan baru? 3. Jelaskan perbedaan antara Identitas Merek (Brand Identity) dan Citra Merek (Brand Image). 4. Jelaskan pengertian STP Segmentasi (Segmentation), Targeting (Targeting), dan Positioning (Positioning).

Aset Tetap & Amortisasi : Pencatatan, Penyusutan

  Dalam dunia akuntansi, aset tetap dan amortisasi merupakan dua konsep penting yang membantu perusahaan menggambarkan kondisi keuangannya secara lebih akurat. Pengelolaan aset yang baik bukan hanya menunjukkan profesionalitas perusahaan, tetapi juga berdampak pada keputusan bisnis jangka panjang. Artikel ini memberikan penjelasan lengkap mengenai pengertian aset tetap, pencatatan aset, penyusutan, serta amortisasi secara sederhana dan menarik.   1. Pengertian Aset Tetap Aset tetap  adalah aset berwujud yang dimiliki perusahaan dan digunakan dalam operasional bisnis untuk jangka panjang (lebih dari satu tahun). Aset ini tidak untuk dijual kembali, tetapi untuk mendukung aktivitas perusahaan. Contoh aset tetap: Tanah Bangunan Kendaraan Mesin produksi Peralatan kantor Ciri-ciri aset tetap: Memiliki manfaat lebih dari satu periode akuntansi Digunakan untuk kegiatan operasional Tidak untuk diperjualbelikan Memiliki...

Rasio likuiditas, Solvabilitas, Profitabilitas

A. Rasio Likuiditas 1. Pengertian Rasio Likuiditas Rasio likuiditas adalah rasio keuangan yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek yang segera jatuh tempo menggunakan aset lancar yang dimiliki. Menurut Kasmir (2019), rasio likuiditas merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan membayar kewajiban jangka pendeknya pada saat jatuh tempo. Sementara itu, Hery (2021) menyatakan bahwa rasio likuiditas mencerminkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek tanpa mengganggu kelangsungan operasional perusahaan. 2. Jenis-Jenis Rasio Likuiditas a. Current Ratio (Rasio Lancar) Mengukur kemampuan aset lancar dalam menutup utang lancar. b. Quick Ratio (Rasio Cepat) Mengukur kemampuan perusahaan melunasi kewajiban jangka pendek tanpa mengandalkan persediaan. c. Cash Ratio Mengukur kemampuan perusahaan membayar utang jangka pendek dengan kas dan setara kas. 3. Tujuan Rasio Likuiditas Menilai kemampuan ...